Apa Saja Jenis-Jenis Pantun ?

Avatar for visitklaten
14 September 2020
Apa Saja Jenis-Jenis Pantun ?

Visit Klaten – Jenis-Jenis Pantun. Rekan-rekan mungkin pernah mendengar pantun baik di dalam pelajaran bahasa Indonesia maupun di acara-acara hiburan di stasiun televisi.

Apa Saja Jenis-Jenis Pantun ?

Pantun adalah salah satu jenis dari puisi lama yang setiap baitnya terdiri dari 4 baris dan mempunyai sampiran dan isi. Selain itu pantun sampai sekarang masih terkenal.

Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih kepada para pengunjung visitklaten[dot]com yang telah meluangkan waktunya untuk mengunjungi website kami. Kami menerima segala masukkan dan kritikan agar web dan diri kami menjadi lebih baik lagi.

By The Way, web ini sebetulnya tentang wisata dan media tentang klaten. Namun tak ada salahnya apabila kami berbagi hal yang lainnya yang menurut kami akan bermanfaat khususnya bagi diri kami dan juga orang lain. 

Karena ilmu jika dibagi bukannya berkurang namun malah akan terus bertambah. Tak lupa semoga juga bermanfaat bagi pengunjung visitklaten[dot]com.

Jenis-Jenis Pantun

Berikut adalah jenis-jenis pantun berdasarkan tema isinya.

1. Pantun Nasihat

Pantun dibuat untuk memberikan imbauan atau anjuran kepada seseorang maupun masyarakat. Selain itu pantun ini bertujuan untuk menyampaikan pesan moral & didikan.

Contoh:

Di jalan tak sengaja berjumpa daun sugi
Ingat manfaat, lantas cepat dibawa
Tiada belajar tiada yang rugi
Kecuali diri sendiri di masa tua

2. Pantun Jenaka

Jenis pantun ini mempunyai kandungan isi yang lucu dan menarik serta bertujuan memberi hiburan kepada yang mendengar/membacanya.

Contoh:

Duduk manis di bibir pantai
Lihat gadis, aduhai tiada dua
Masa muda kebanyakan santai
Sudah renta sulit tertawa

3. Pantun Agama

Mempunyai kandungan isi yang membahas tentang manusia dengan pencipta-Nya dan memegang prinsip dan nilai-nilai dari agama tertentu.

Contoh:

Kalau sudah duduk berdamai
Jangan lagi diajak perang
Kalau sunah sudah dipakai
Jangan lagi dibuang-buang

4. Pantun Teka-teki

Mempunyai ciri khas khusus di bagian isinya, yaitu diakhiri dengan pertanyaan di bagian larik terakhir. Pada umumnya bertujuan untuk hiburan dan mengakrabkan kebersamaan.

Contoh:

Pergi belanja ke pasar minggu
Pulangnya mampir toko baju
Camilan manis di dalam bambu
Coba tebak makanan apa itu?

Jawaban: kue putu

5. Pantun Berkasih-kasihan

Berkaitan erat dengan cinta dan kasih sayang. 

Contoh:

Jelas sudah muram si duda
Karena kasihnya tiada lagi asa
Tiada detik bias wajah dinda
Hingga lapar tak lagi terasa

6. Pantun Anak

Isinya lebih ringan dan berkaitan dengan hal-hal yang dianggap menyenangkan oleh anak. Bertujuan untuk mengakrabkan anak dengan pantun dan memberikan didikan moral.

Contoh:

Kita menari ke luar bilik
Sembarang tari kita tarikan
Kita bernyanyi bersama adik
Sembarang lagi kita nyanyikan

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Share jika bermanfaat, jika ada kritik, pertanyaan, tambahan atau saran silakan hubungi kami atau silakan isi di kolom komentar.

Catatan Admin - Visit Klaten

Disclaimer: Jika dalam artikel ini ada yang kurang jelas atau belum paham maka silakan menanyakan ke guru/pengajar atau yang lebih mengetahui karena disini kami hanya sekedar berbagi saja.

Postingan Terkait

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Back To Top