Beragam Manfaat Makan Tahu Untuk Kesehatan

Avatar for visitklaten
29 Mei 2021
Beragam Manfaat Makan Tahu Untuk Kesehatan

Dalam kesempatan kali ini kami visitklaten[dot]com akan berbagi artikel tentang Beragam Manfaat Makan Tahu Untuk Kesehatan.

Beragam Manfaat Makan Tahu Untuk Kesehatan

Tahu merupakan salah satu makanan yang dibuat dari endapan perasan biji kedelai. Tahu berasal dari Tiongkok, seperti kecap, bakpau, tauco, dan bakso. Nama “tahu” adalah kata serapan dari bahasa Hokkian (tauhu) yang artinya “kedelai terfermentasi”. Di Tiongkok, Tahu sudah dikenal sejak zaman dinasti Han atau sekitar 2200 tahun lalu.

Tak hanya memanjakan lidah ternyata tahu mempunyai beragam manfaat bagi kesehatan. Faktor utamanya yakni kandungan kedelai sebagai material utama dalam pembuatannya.

Kandungan kedelai terdiri dari 40% protein, 35% karbohidrat larut, 20% minyak dan 5% abu.

Itulah sebabnya, tahu menjadi makanan yang alami yang terbebas dari gula dan juga rendah kalori. Tahu tidak mengandung kolesterol dan menjadi sumber zat besi dan kalsium yang baik.

Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pengunjung visitklaten[dot]com yang telah meluangkan waktunya untuk mengunjungi website kami. Kami menerima segala masukkan dan kritikan agar web dan diri kami menjadi lebih baik lagi.

By The Way, web ini sebetulnya tentang wisata dan media tentang klaten. Namun tak ada salahnya apabila kami berbagi hal yang lainnya yang menurut kami akan bermanfaat khususnya bagi diri kami dan juga orang lain. 

Karena ilmu jika dibagi bukannya berkurang namun malah akan terus bertambah. Tak lupa semoga juga bermanfaat bagi pengunjung visitklaten[dot]com.

Manfaat Makan Tahu

Berikut ini beragam manfaat dari makan tahu antara lain yaitu:

1. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Kedelai sebagai bahan baku tahu mempunyai kandungan isoflavon yang bisa menurunkan kandungan LDL atau kolesterol jahat dari dalam darah. Namun belum ada bukti apabila kedelai bisa meningkatkan HDL atau kolesterol baik.

Mengonsumsi harian kedelai bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk indeks massa tubuh, berat badan, dan total kolesterol.

Dengan demikian jika mengonsumsi tahu sebagai alternatif dari protein hewani maka bisa membantu menurunkan kolesterol LDL. Mengonsumsi tahu juga dapat membantu menurunkan risiko atherosclerosis dan juga tekanan darah tinggi.

2. Mengurangi Risiko Kanker Payudara

Kandungan genistein di dalam isoflavon kedelai yang menyusun tahu mempunyai antioksidan yang bisa menghambat pertumbuhan sel kanker. Akan tetapi sebelumnya ada keraguan apabila konsumsi kedelai bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

Hal itu disebabkan struktur kimia isoflavon yang mirip dengan estrogen dan level estrogen yang tinggi bisa membantu meningkatkan risiko kanker payudara.

Namun, mengonsumsi kedelai dalam jumlah sedang atau kurang dari 2 porsi sehari ternyata tidak akan mempengaruhi pertumbuhan tumor atau risiko perkembangan kanker payudara. Sebaliknya, asupan teratur kedelai bisa membantu menurunkan kemunculan kembali kanker payudara.

3. Mengurangi Risiko Kanker Prostat

Dari penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Korea menemukan adanya penurunan risiko kanker prostat pada pria apabila mengonsumsi kedelai, terutama tahu dalam jumlah besar.

Dari kajian tersebut mengatakan bahwa pengurangan risiko kanker prostat yang cukup signifikan sebab dapat mencapai 32% – 51%.

4. Mengurangi Risiko Kanker Pencernaan

Berdasarkan sebuah studi pada tahun 2013 mengaitkan asupan tahu yang tinggi dengan penurunan kanker pencernaan pada pria sampai 61%. Pada penelitian yang dilakukan di Korea menyebut hal yang sama yakni terjadi pada perempuan sampai 59%.

Data yang lebih besar ditemukan dalam sebuah penelitian di Australia yang melibatkan sebanyak 633.476 orang. Mengonsumsi tahu yang tinggi dikatakan bisa menurunkan 7% risiko kanker pencernaan.

Manfaat Tahu Lainnya Yang Tak Kalah Penting

5. Baik Untuk Penderita Diabetes Tipe 2

Apabila menderita diabetes tipe 2, maka biasanya akan mempunyai penyakit ginjal yang membuat tubuh mengeluarkan protein dalam jumlah besar melalui urine.

Namun, dalam studi yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition hal tersebut bisa dicegah dengan mengonsumsi protein kedelai, seperti tahu.

Oleh sebab itu maka salah satu manfaat tahu yaitu membuat tubuh tidak lagi mengeluarkan protein lewat urine lebih banyak daripada mengonsumsi protein hewani.

6. Meningkatkan Fungsi Ginjal

Protein dalam kedelai mampu untuk meningkatkan fungsi ginjal, hal tersebut sangat bermanfaat bagi yang akan melewati hemodialisis atau transplantasi ginjal.

Dari sebuah meta analisis di Tiongkok menemukan adanya efek positif dari kedelai kepada orang yang mempunyai penyakit ginjal kronis. Hal tersebut diduga karena kandungan protein dari kedelai.

7. Mengurangi Kerusakan Tulang

Manfaat tahu lainnya adalah membuat tulang menjadi lebih kuat dan mengurangi kerusakan seperti keropos. Hal tersebut karena kandungan isoflavon di dalamnya.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat menilai apabila isoflavon pada kedelai bisa mengurangi kerusakan tulang dan membantu meningkatkan kepadatan mineral tulang, terutama seusai menopause.

8. Mengurangi Gejala Menopause

Riset di Belgia menyebut mengonsumsi produk kedelai bisa membantu meringankan gejala menopause, misalnya hot flash atau rasa panas ketika menopause. Hal tersebut karena adanya kandungan phytoestrogen di dalam produk kedelai termasuk tahu.

Gejala dari menopause berbeda pada setiap perempuan, kejadian hot flash pun kurang bergaung di Asia sebab kecenderungan mengonsumsi produk kedelai seperti tahu yang tinggi.

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Share jika bermanfaat, jika ada kritik, pertanyaan, tambahan atau saran silakan hubungi kami atau silakan isi di kolom komentar.

Referensi:
https://www.gooddoctor.co.id/tips-kesehatan/nutrisi/manfaat-tahu/

Postingan Terkait

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Back To Top