Taman Sari Yogyakarta (Bag. Keempat)
Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pengunjung visitklaten[dot]com yang sudah meluangkan waktunya untuk mengunjungi website kami. Kami menerima segala masukkan dan kritikan agar web dan diri kami menjadi lebih baik lagi.

Bagian Ketiga
Bagian Ketiga tidak banyak meninggalkan bekas yang bisa dilihat. Oleh karena itu deskripsi pada bagian ini sebagian besar berasal dari rekonstruksi yg ada.
Dulu bagian ini mencangkup Kompleks Pasarean Dalem Ledok Sari dan juga Kompleks kolam Garjitawati serta beberapa bangunan lain & taman/kebun. Pasarean Dalem Ledok Sari adalah sisa dari bagian ini yang masih tetap terjaga.
Pasarean Dalem Ledok Sari konon adalah tempat peraduan Sultan bersama dengan Pemaisurinya. Versi lain ada yang mengatakan sebagai tempat meditasi.
Bangunan Pasarean Dalem Ledok Sari berbentuk seperti U. Dan di tengah bangunan akan ditemukan tempat tidur Sultan yg di bawahnya mengalir aliran air, ruang penjahit, sebuah dapur, ruang penyimpanan barang, dan juga dua kolam untuk pelayan begitu juga dengan kebun rempah-rempah, buah-buahan, dan sayur-sayuran diperkirakan terdapat di bagian ini.
Di bagian sebelah baratnya dahulu terdapat kompleks kolam Garjitawati. Jika hal tersebut benar maka kompleks tersebut adalah sisa pesanggrahan Garjitawati dan kemungkinan besar juga adalah Umbul Pacethokan yang pernah digunakan oleh Panembahan Senopati.
Bagian Keempat
Bagian terakhir ini adalah bagian dari Taman Sari yang praktis tidak tersisa lagi selain bekas jembatan gantung & sisa dermaga. Deskripsi di bagian ini hampir semuanya adalah sebuah rekonstruksi dari sketsa serangan pasukan Inggris ke Keraton Yogyakarta di tahun 1812.
Bagian ini terdiri dari sebuah danau buatan serta bangunan di tengahnya, taman di sekitar danau buatan tersebut, kanal besar yang menghubungkan antara danau buatan ini dgn danau buatan di bagian pertama, serta sebuah kebun. Danau buatan berada di sebelah tenggara kompleks Magangan sampai ke timur laut Siti Hinggil Kidul.
Taman Sari Yogyakarta
Di tengahnya akan ditemukan pulau buatan yg konon disebut “Pulo Kinupeng”. Dan di atas pulau tersebut berdiri sebuah bangunan yg konon disebut dengan Gedhong Gading. Bangunan yg menjulang tinggi ini dinamakan sebagai menara kota atau Cittadel Tower.
Kanal besar akan ditemukan di sisi barat laut dari danau buatan & memanjang menuju ke arah barat serta berakhir di sisi tenggara danau buatan di bagian pertama.
Di kanal ini akan ditemukan 2 penyempitan yg diduga keras adalah letak jembatan gantung. Salah satu jembatan tersebut terletak di jalan yg menghubungkan kompleks Magangan dgn Kamandhungan Kidul. Bekas-bekas dari jembatan ini masih bisa disaksikan, meskipun jembatannya sendiri telah lenyap.
Di sebelah barat jembatan gantung akan ditemukan sebuah dermaga. Dermaga ini kabarnya digunakan Sultan sebagai titik awal perjalanannya untuk masuk ke Taman Sari. Kabarnya Sultan masuk ke Taman Sari dengan cara bersampan.
Di sebelah selatan Kanal akan ditemukan kebun. Kebun ini berada di sebelah barat kompleks Kamandhungan Kidul & Siti Hinggil Kidul. Sekarang semua tempat tersebut telah menjadi pemukiman penduduk. Kebunnya telah berganti menjadi kampung Ngadisuryan sedangkan danau buatan tersebut berubah menjadi kampung Segaran.
*Selesai*
Peta Lokasi
Sekian artikel kami tentang Taman Sari Yogyakarta (Bag. Keempat).
Terima kasih telah mengunjungi website kami.
Visit Klaten – Peta Pariwisata dan Media Iklan Klaten – Ayo Ke Klaten !.
Merupakan Media Informasi Pariwisata dan Media Iklan di area Klaten, Surakarta, Yogyakarta, Boyolali, Karanganyar dan sekitarnya.
Share jika bermanfaat, jika ada kritik, pertanyaan, tambahan atau saran silakan hubungi kami atau silakan isi di kolom komentar.
#visitklaten #visitklatencom #klaten
taman sari adalah, sejarah taman sari yogyakarta, letak taman sari yogyakarta, kraton yogyakarta, taman sari yogyakarta sejarah, arsitektur taman sari yogyakarta, taman sari jogja tiket