Visit Klaten – Tembang Macapat Dan Fase Kehidupan Manusia. Tembang macapat ternyata menggambarkan perjalanan manusia dari dalam kandungan hingga kematian.

Maskumambang – Mijil – Sinom – Kinanthi
Pertama yaitu Maskumambang yang sering diartikan emas yang terapung (emas kumambang) menjadi pembuka di dalam kelompok tembang macapat memiliki arti dimulainya kehidupan manusia di dunia.
Tembang macapat ini memberi gambaran tentang janin dalam kandungan ibu saat sedang hamil. Maskumambang sering digunakan untuk mengungkapkan perasaan nelangsa, ketidakberdyaan, sedih, maupun harap-harap cemas dalam menyikapi kehidupan.
Ciri tembang macapat Maskumambang antara lain yaitu :
- Mempunyai Guru Gatra : 4 baris tiap bait
- Mempunyai Guru Wilangan : 12-6-8-8 yang artinya baris pertama terdiri atas 12 suku kata kemudian baris kedua berisi 6 suku kata, dst
- Mempunyai Guru Lagu : i-a-i-a yang artinya baris pertama berakhiran vokal i, baris kedua berakhiran vokal a, dst..)
Perjalanan Kehidupan Manusia selanjutnya yaitu Mijil yang artinya seorang anak terlahir dari gua garba Ibu. Mijil dalam bahasa jawa memiliki persamaan kata yaitu wijil, raras, medal, wiyos, sulastri yang artinya “keluar”.
Mijil Memiliki sifat antara lain welas asih, pengharapan, laku perihatin dan tentang cinta. Sehingga sering digunakan sebagai media dalam upaya memberi nasihat, cerita cinta, dan juga ajaran kepada manusia agar selalu kuat dan tabah dalam menjalani kehidupan.
Ciri tembang macapat Mijil antara lain
- Mempunyai Guru Gatra : 6 baris tiap bait
- Mempunyai Guru Wilangan : 10-6-10-10-6-6
- Mempunyai Guru Lagu : i-o-e-i-i-u
Fase selanjutnya yaitu SINOM. Sebagian orang ada yang mengartikan sebagai si enom, isih enom (masih muda). Namun ada juga yang mengartikan daun asam yang masih muda. Namun keduanya memiliki persamaan yaitu masih muda.
Tembang macapat Sinom ini menggambarkan tentang seseorang yang menginjak usia muda, penuh dengan harapan dan impian sampai menjelang usia aqil-balig atau dewasa. Sifat tembang ini yaitu bersemangat, bijaksana dan biasanya digunakan untuk piwulang (mengajari) dan wewarah (membimbing)
Ciri Tembang Macapat
Ciri tembang macapat Sinom antara lain
- Mempunyai Guru Gatra : 9 baris tiap bait
- Mempunyai Guru Wilangan : 8-8-8-8-7-8-7-8-12
- Mempunyai Guru Lagu : a-i-a-i-i-u-a-i-a
Kemudian Kinanthi yang berasal dari kata dikanthi-kanthi dalam bahasa indonesia berarti dibimbing, diarahkan, atau didampingi. Kinanthi menggambarkan seorang remaja akan menginjak usia dewasa. oleh sebab itu maka watak tembang macapat Kinanthi yaitu kasmaran, senang, dan asih. Tembang-tembang Kinanthi sering digunakan sebagai sarana dalam ungkapan cinta, memberi nasihat (mituturi), atau berisi ajaran (piwulang).
Ciri tembang macapat Kinanthi antara lain
- Mempunyai Guru Gatra : 6 baris tiap bait
- Mempunyai Guru Wilangan : 8-8-8-8-8-8
- Mempunyai Guru Lagu : u-i-a-i-a-i
Asmaradana – Gambuh – Dandanggula – Durma
Asmaradana (asmara dan dahana) yang berarti api asmara adalah salah satu tembang yang sering menggambarkan gejolak asmara yang dialami oleh umat manusia. Sering dipakai untuk mengungkapkan perasaan cinta, baik itu untuk pasangan bahagia, sebuah pengharapan pada pasangan maupun lagu sedih karena patah hati atau kecewa cintanya ditolak.
Ciri dari tembang macapat Asmaradana antara lain
- Mempunyai Guru Gatra : 7 baris tiap bait
- Mempunyai Guru Wilangan : 8-8-8-8-7-8-8
- Mempunyai Guru Lagu : a-i-e-a-a-u-a
Selanjutnya Gambuh yang mempunyai makna cocok atau sepaham yang menggambarkan seseorang saat memasuki masa-masa indah atau masa menikah. Memiliki sifat antara lain Sumanak (ramah terhadap siapapun), Mulang (mengajarkan), sumadulur (persaudaraan yang erat), dan Pitutur (nasehat).
Pada umumnya gambuh digunakan oleh para orang tua untuk menasihati anak-anaknya ataupun para generasi muda.
Ciri tembang macapat Gambuh antara lain
- Mempunyai Guru Gatra : 5 baris tiap bait
- Mempunyai Guru Wilangan : 7-10-12-8-8
- Mempunyai Guru Lagu : u-u-i-u-o
Dandanggula berasal dari kata gegadhangan (harapan, cita-cita, impian) dan kata gula (manis, indah ataupun bahagia). Mempunyai makna harapan yang indah dan memiliki watak yang gembira, luwes, dan indah.
Ciri tembang macapat Dandanggula antara lain
- Mempunyai Guru Gatra : 10 baris tiap bait
- Mempunyai Guru Wilangan : 10-10-8-7-9-7-6-8-12-7
- Mempunyai Guru Lagu : i-a-e-u-i-a-u-a-i-a
Durma adalah tembang macapat yang menggambarkan kondisi saat manusia sudah menikmati segala kenikmatan dari Penciptanya. Manusia akan mengingat Pencipta-nya ketika dalam kondisi kesulitan, dan akan lupa saat dalam kondisi kecukupan.
Sifat buruk inilah yang digambarkan dalam tembang macapat Durma atau bisa diartikan sebagai munduring tata krama (mundurnya etika).
Ciri tembang macapat Durma antara lain
- Mempunyai Guru Gatra : 7 baris tiap bait
- Mempunyai Guru Wilangan : 12-8-6-7-8-5-7
- Mempunyai Guru Lagu : a-i-a-a-i-a-i
Pangkur – Megatruh – Pucung
Pangkur sering dimaknai sebagai proses mengurangi hawa nafsu dan mungkur dari urusan duniawi. Dalam fase ini, manusia telah memasuki usia senja yang mana sesorang akan “berkaca” tentang dirinya, masa lalunya, dll.
Ciri tembang macapat Pangkur antara lain
- Mempunyai Guru Gatra : 8 baris tiap bait
- Mempunyai Guru Wilangan : 8-11-8-7-12-8-8
- Mempunyai Guru Lagu : a-i-u-a-u-a-i
Megatruh (megat/pegat (berpisah) dan ruh) menggambarkan tentang kondisi maunisa di saat sakaratul maut. Sifat dan karakter dari Megatruh antara lain prihatin, sedih, getun, menyesal.
Ciri tembang macapat Megatruh antara lain
- Mempunyai Guru Gatra : 5 baris tiap bait
- Mempunyai Guru Wilangan : 12-8-8-8
- Mempunyai Guru Lagu : u-i-u-i-o
Macapat Pucung (pocong/pengkafanan jenazah) adalah tembang yang digunakan sebagai pengingat akan datangnya kematian. Dan setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mengalami kematian.
Watak tembang macapat Pucung yaitu sembrana parikena, yang pada umumnya digunakan untuk menceritakan hal-hal yang ringan, jenaka atau teka-teki.
Ciri tembang macapat Pucung antara lain
- Mempunyai Guru Gatra : 4 baris tiap bait
- Mempunyai Guru Wilangan : 12-6-8-12
- Mempunyai Guru Lagu : u-a-i-a
Itulah sebelas urutan tembang macapat yang menggambarkan fase atau tahap perjalanan manusia di dunia. Semoga artikel ini bisa membantu bagi para pengunjung jangan sungkan untuk membaca artikel kami yang lainnya di website ini.
Catatan Admin - Visit Klaten
Disclaimer: Jika dalam artikel ini ada yang kurang jelas atau belum paham maka silakan menanyakan ke guru/pengajar atau yang lebih mengetahui karena disini kami hanya sekedar berbagi saja.
Terima kasih telah mengunjungi website kami.
Share jika bermanfaat, jika ada kritik, tambahan dan saran silakan hubungi kami atau silakan isi di kolom komentar.