Kisah Objek Wisata Air Terjun Gemulai di Klaten

Air Terjun Gemulai Klaten

Objek wisata Air Terjun Gemulai yang berada di Dukuh Banyusri, Desa Krajan, Jatinom, Klaten, telah mati suri selama sekitar satu tahun.

Air Terjun Gemulai merupakan objek wisata alternatif yang menyajikan keindahan panorama limpasan air yang berasal dari saluran irigasi yang berhulu di Sungai Gemuling.

Setelah perjalanan mengairi areal persawahan penduduk, maka air irigasi tersebut mengakhiri perjalanannya di tebing batu dengan tinggi sekitar 10 meter sebelum ke Sungai Gemuling yang melintasi Dukuh Banyusri.

 

Ketika sawah yang berada di atasnya sedang mendapat jatah pengairan, air terjun pun mengalir deras.

Namun ketika jatah pengairan dialihkan ke areal persawahan yang lain maka curah air terjun menjadi surut.

Pada awal tahun 2017 sampai medio 2018, Air Terjun Gemulai dapat mengumpulkan pendapatan bersih sekitar Rp 1 hingga 2 juta per pekan dari sumbangan suka rela pengunjung.

Saat itu belum diterapkan tiket masuk hanya sekedar buat promosi terlebih dulu. Dari pendapatan tersebut dipergunakan untuk memberi jasa masyarakat serta pemuda yang setia berjaga dan memandu wisatawan dengan nominal sekadarnya.

Sisa uang sumbangan tersebut kemudian diputar kembali untuk modal pengembangan obyek wisata.

Namun sangat disayangkan pengunjung dari Air Terjun Gemulai lambat laun mulai surut. Disebabkan, keindahan air terjun tersebut tidak bisa setiap hari dinikmati karena sumber air hanya mengandalkan limpasan saluran irigasi yang digunakan mengairi areal persawahan di atasnya.

Terlebih lagi karena para pengelolanya sibuk akan pekerjaan masing-masing.

Persoalan tidak stabilnya limpasan air di Air Terjun Gemulai sebenarnya dapat diatasi dengan cara menyalurkan air secara langsung dari Sungai Gemuling di Desa Glagah menggunakan pipa.

Namun, solusi tersebut mempunyai risiko diprotes oleh para petani karena akan mengurangi jatah pengairan sawah yang sebenarnya dapat dimusyawarahkan dengan mengusulkan sistem bagi hasil. Namun, langkah tersebut belum bisa ditempuh karena Air Terjun Gemulai belum menghasilkan keuntungan.

Direktur BUMDes Handayani Krajan, Jatinom, Klaten, menawarkan apabila masyarakat ingin menggarap objek wisata Air Terjun Gemulai, maka BUMDes bersedia bekerja sama.

Pemerintah desa akan mendukung dari segi dana dan juga lainnya apabila objek wisata tersebut dikelola dengan serius agar menjadi usaha pariwisata yang profesional.

 

Sumber : https://travel.tempo.co/read/1206786/kisah-saluran-irigasi-jadi-objek-wisata-air-terjun-mini-di-klaten/ dengan perubahan

Summary
Review Date
Reviewed Item
Artikel
Author Rating
51star1star1star1star1star

Baca Juga

Post your Comments

NAME *
EMAIL *
Website