Umbul Pelem Klaten Dan Geliat Perekonomian Warga Desa Wunut, Kecamatan Tulung

Avatar for visitklaten
29 Desember 2018
visitklaten
mainan air umbul pelem

Umbul Pelem Klaten Dan Geliat Perekonomian Warga Desa Wunut, Kecamatan Tulung. Umbul Pelem mempunyai 4 buah kolam dan satu kebun cenil. 4 kolam tersebut terdiri dari 3 kolam yang bernuansa tradisional yaitu dengan hanya beralaskan batu dan pasir dan satu kolam utama.

Umbul Pelem Wunut tulung

Umbul Pelem biasanya dipadati banyak pengunjung pada akhir pekan yaitu hari sabtu dan ahad serta hari libur nasional, Umbul Pelem dibuka mulai jam 8 pagi sampai jam 5 sore.

Harga tiket masuk Umbul Pelem yaitu sebesar Rp. 5.000,-/perorang. Lokasi Umbul Pelem juga bersebelahan dengan umbul kemanten dan beberapa pemancingan janti.

Dengan adanya Umbul Pelem telah menjadi keberkahan tersendiri untuk sebagian warga di Desa Wunut, Tulung, Klaten. Apalagi dengan selesainya renovasi Umbul Pelem yaitu dengan adanya fasilitas kolam renang, kamar ganti, toilet, gazebo, dan lainnya.

Salah satu di antara warga Klaten yang ‘kecipratan’ berkah tersebut yaitu Ny Slamet. Wanita yang sudah berusia 54 tahun itu mengaku sudah berjualan sekitar 30 tahunan di kawasan Umbul Pelem Tulung sejak tahun 1989-an.

Saat itu Ny Slamet berjualan gorengan, pecel, soto, sampai aneka minuman di bawah kerindangan pohon beringin dan dekat dengan kolam pemandian yang lama. Tetapi Ny Slamet dan pedagang lain berpindah ke lapak yang sudah dibangun di dekat kolam renang sejak bulan Ramadan lalu.

Umbul Pelem Klaten

Menurut penuturan Ny Slamet, ada kenaikan jumlah pengunjung yang cukup signifikan setelah renovasi Umbul Pelem. Hal tersebut juga berimbas pada omzet yang ia terima. Jika dulu dalam sehari, Ny Slamet hanya mampu memperoleh Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu per hari dan kadang Rp 50 ribu jika sepi.

Tetapi kini jumlah tersebut meningkat 10 kali lipat. Sekarang, bisa mencapai Rp 2 juta setiap hari. Jika hari Ahad malah bisa lebih, sebab pengunjungnya lebih banyak. Dan hasil berjualan Ny Slamet di Umbul Pelem, Ny Slamet berhasil bisa menyekolahkan ketiga anaknya hingga tamat sekolah.

Begitu juga dengan Pak Hardono. Pria yang pernah bekerja di Batam, sekarang direkrut menjadi salah satu karyawan BUMDes Sumber Kamulyan sebagai pengelola Umbul Pelem. Bapak Hardono diminta untuk membantu dalam pengelolaan Umbul Pelem yakni untuk menjaga loket masuk juga petugas parkir.

BUMDes Sumber Kamulyan memang sepenuhnya melibatkan warga di Desa Wunut. Baik itu untuk tenaga pekerja yang merenovasi maupun seorang petugas di Umbul Pelem. Bahkan, pedagang yang ada di sekitar Umbul Pelem pun itu harus warga desa setempat.

Keluhan Pengunjung

Salah satu pengunjung dari umbul pelem mengirimi pesan lewat aplikasi whatsapp yang isinya sebuah saran/kritik untuk melakukan penambahan kamar ganti yang lebih banyak. Dikarenakan sekarang ini umbul pelem semakin banyak peminatnya dan bahkan dari luar kota juga banyak. Namun sayangnya fasilitas untuk ganti baju harus antri lama banget.

Karena saya tidak mempunyai kontaknya, maka semoga pengelola atau pihak terkait atau mungkin orang yang mempunyai akses kontak umbul pelem setelah membaca artikel ini dan saran dari pengunjung ini bisa segera melakukan penambahan fasilitas kamar ganti.

 

Gallery

 

Peta Lokasi

Sekian review dari kami, share jika artikel bermanfaat, jika ada kritik, pertanyaan, saran atau tambahan silakan hubungi Kami.

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Visit Klaten – Peta Pariwisata dan Media Iklan Klaten – Ayo Ke Klaten !.

Merupakan Media Informasi Pariwisata dan Media Iklan di area Klaten, Surakarta, Yogyakarta, Boyolali, Karanganyar dan sekitarnya.

#visitklaten #visitklatencom #klaten

Listing Terkait

Komentar

1 thought on “Umbul Pelem Klaten Dan Geliat Perekonomian Warga Desa Wunut, Kecamatan Tulung”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Back To Top