Sanksi Pelanggaran Lalu Lintas Di Jalan Raya

14 October 2019
Sanksi Pelanggaran Lalu Lintas Di Jalan Raya

Sanksi Pelanggaran Lalu Lintas Di Jalan Raya. Bagi warga klaten ataupun indonesia sebaiknya selalu patuhi rambu lalu lintas. Kebiasaan mengabaikan rambu bisa membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Mempraktikkan tertib lalu lintas bukan hanya sekedar mencerminkan kepribadian diri sendiri, namun juga menekan kecelakaan lalu lintas.

Makin sering langgar lalu lintas, makin sering pula uang anda melayang untuk membayar denda. tetapi yg paling fatal dari seringnya melanggar adalah kemungkinan besar terjadi kecelakaan.

Prosedur Penilangan

Polisi yg memberhentikan pelanggar wajib menyapa secara sopan serta menunjukan jati diri dengan jelas. Polisi kemudian harus menerangkan dengan jelas kepada pelanggar apa saja kesalahan yg terjadi, pasal berapa yg sudah dilanggar & tabel berisi jumlah denda yg harus dibayar oleh pelanggar.

Pelanggar diberi pilihan untuk menerima kesalahan & menerima slip biru, lalu membayar denda di BRI tempat kejadian & mengambil dokumen yg ditahan di Polsek tempat kejadian. Atau Pelanggar bisa menolak kesalahan yg didakwakan & meminta sidang pengadilan serta menerima slip merah.

Pengadilan kemudian akan memutuskan apakah pelanggar bersalah ataupun tidak, dengan mendengarkan keterangan dari polisi bersangkutan & pelanggar dalam persidangan di kehakiman setempat, pada waktu yg sudah ditentukan (pada umumnya 5 sampai 10 hari kerja dari tanggal pelanggaran).

Menyuap Polisi

Terdapat sebagian pelanggar peraturan yang memilih untuk menyuap polisi dengan uang berlipat-lipat dari denda yg akan dijatuhkan karena beranggapan bahwa mengurus tilang sangatlah sulit. Namun, Ada juga polisi yg meminta uang kepada pelanggar agar pelanggar bisa segera pergi dari lokasi pelanggaran tanpa mengikuti prosedur hukum.

Apabila penyuapan ini terbukti maka bisa membuat polisi & penyuap dihukum penjara karena menyuap polisi/pegawai negeri adalah sebuah perbuatan melanggar hukum.

Informasi Lengkap

Sanksi pelanggaran lalu lintas di jalan raya semakin berat. Dalam undang-undang tentang lalu lintas yg terbaru, sanksi denda atau tilang naik sekitar 10 kali lipat dengan kisaran Rp 250 ribu sampai Rp 1 juta. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas & Angkutan Jalan, yg disahkan DPR pada tanggal 22 Juni 2009.

Berikut daftar tilang untuk kendaraan bermotor terhadap pelanggaran lalu lintas :

  1. Setiap pengendara kendaraan bermotor yg tidak mempunyai SIM dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta (Pasal 281).
  2. Setiap pengendara kendaraan bermotor yg mempunyai SIM namun tidak bisa menunjukkannya ketika razia dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 288 ayat 2).
  3. Setiap pengendara kendaraan bermotor yg tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 280).
  4. Setiap pengendara sepeda motor yg tidak memenuhi persyaratan teknis & layak jalan seperti spion, pengukur kecepatan, lampu rem, lampu utama, klakson, & knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 285 ayat 1).
  5. Setiap pengendara mobil yg tidak memenuhi persyaratan teknis seperti spion, lampu utama, bumper, klakson, lampu rem, lampu mundur, kaca depan, penghapus kaca dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 285 ayat 2).
  6. Setiap pengendara mobil yg tidak dilengkapi dengan perlengkapan berupa ban cadangan, dongkrak, segitiga pengaman, pembuka roda, & peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 278).
  7. Setiap pengendara yg melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 287 ayat 1).
  8. Setiap pengendara yg melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 287 ayat 5).
  9. Setiap pengendara yg tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 288 ayat 1).
  10. Setiap pengemudi atau penumpang yg duduk disamping pengemudi mobil tak mengenakan sabuk keselamatan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 289).
  11. Setiap pengendara atau penumpang sepeda motor yg tak mengenakan helm standar nasional dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 291 ayat 1).
  12. Setiap orang yg mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari & dalam kondisi tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (1) maka dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). (Pasal 293 ayat 1)
  13. Setiap orang yg mengemudikan Sepeda Motor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) maka dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah). (Pasal 293 ayat 2)
  14. Setiap pengendara sepeda motor yg akan berbelok ataupun balik arah tanpa terlebih dahulu memberi isyarat lampu maka dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 294).

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Share jika bermanfaat, jika ada kritik, tambahan dan saran silakan hubungi kami atau silakan isi di kolom komentar.

Sumber : polri.go.id/tentang-tilang.php

Postingan Terkait

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top