Sejarah Kabupaten Boyolali

Avatar for visitklaten
14 Januari 2019
Sejarah Kabupaten Boyolali

Sejarah Kabupaten Boyolali. Boyolali merupakan salah satu nama sebuah kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Pusat administrasi berada Kabupaten Boyolali berlokasi di Kemiri dan Mojosongo.

Sejarah Kabupaten Boyolali

Kabupaten Boyolali di sebelah utara berbatasan dengan Kota Salatiga, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Grobogan; di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, Kota Surakarta (Solo) dan Kabupaten Sukoharjo;

Di sebelah selatan berbatasan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Klaten; serta di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang.

Kabupaten Boyolali termasuk dalam kawasan Solo Raya.

Sejarah Kabupaten Boyolali

Berdasarkan cerita serat Babad Pengging Serat Mataram, didalamnya tidak menyebutkan nama Boyolali. Hal yang sama juga pada masa Kerajaan Pengging maupun Kerajaan Demak Bintoro, belum dikenal yang namanya Boyolali.

Menurut legenda yang cukup masyhur nama Boyolali masih berhubungan dengan cerita Ki Ageng Pandan Arang yaitu Bupati Semarang pada abad ke XVI. Dikisahkan, Ki Ageng Pandan Arang atau yang lebih dikenal dengan julukan Tumenggung Notoprojo diperkirakan oleh Sunan Kalijogo akan menjadi Wali penutup yang menggantikan Syeh Siti Jenar.

Sunan Kalijogo mengutus Ki Ageng Pandan Arang untuk pergi menuju ke Gunung Jabalakat di daerah Tembayat (Klaten) untuk menyiarkan ajaran agama Islam.

Dalam perjalananan Ki Ageng Pandan Arang banyak ditemui rintangan serta batu sandungan yang merupakah sebuah ujian dari Semarang ke daerah Tembayat.

Ki Ageng Pandan Arang berjalan sangat jauh dengan meninggalkan anak dan istrinya dan saat di sebuah hutan belantara Ki Ageng Pandan Arang berada dirampok oleh tiga orang yang menduga membawa harta benda yang banyak tetapi dugaan tersebut salah maka sekarang tempat tersebut dikenal dengan nama Salatiga.

Perjalanan kemudian diteruskan sampai disuatu tempat yang terdapat banyak pohon bambu kuning atau biasa dikenal dengan bambu Ampel maka sekarang tempat tersebut dikenal dengan nama Ampel yang merupakan nama salah satu kecamatan di Kabupaten Boyolali.

Dalam melakukan perjalanan yang jauh tersebut, maka Ki Ageng Pandan Arang semakin meninggalkan anak dan istri. Sembari menunggu mereka, maka Ki Ageng mulai beristirahat di atas sebuah Batu Besar yang terdapat di tengah sungai.

Dalam istirahatnya tersebut Ki Ageng mengucapkan “Båyå wis lali wong iki” dalam bahasa indonesia berarti “Sudah lupakah orang ini”. Maka dari kata “Båyå Wis Lali” nama Boyolali berasal.

Batu besar yang terdapat di Kali Pepe yang membelah kota Boyolali kemungkinan adalah tempat istirahat Ki Ageng Pandan Arang.

Kabupaten Boyolali TERSENYUM

Mungkin tak ada yang dapat menjawab secara pasti dan sampai sekarang belum ada yang meneliti tentang keberadaan batu tersebut. Dan juga sebuah batu yang cukup besar yang terdapat di depan Pasar Sunggingan Boyolali.

Konon menurut cerita masyarakat setempat batu tersebut dulunya merupakan tempat istirahat Nyi Ageng Pandan Arang yang mengetuk-ngetukan tongkatnya di batu tersebut dan menjadi berlekuk-lekuk mirip dengan sebuah dakon yaitu mainan anak-anak pada tempo dulu.

Dikarenakan batu tersebut mirip dakon, maka masyarakat disekitar Pasar Sunggingan Boyolali menyebutnya dengan nama Mbah Dakon.

Peta Lokasi Kabupaten Boyolali

Sekian artikel kami tentang Sejarah Kabupaten Boyolali.

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Visit Klaten – Peta Pariwisata dan Media Iklan Klaten – Ayo Ke Klaten !.

Merupakan Media Informasi Pariwisata dan Media Iklan di area Klaten, Surakarta, Yogyakarta, Boyolali, Karanganyar dan sekitarnya.

Share jika bermanfaat, jika ada kritik, pertanyaan, tambahan atau saran silakan hubungi kami atau silakan isi di kolom komentar.

#visitklaten #visitklatencom #klaten

 

Postingan Terkait

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Back To Top