Pasar Wedi berlokasi di Jalan Wedi No.222, Murukan, Kalitengah, Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57461. Tempatnya sangat strategis karena terletak dekat tugu wedi, dekat dengan kantor kecamatan wedi, dekat dengan Bank BRI, Bank Mandiri, Bank Jateng dan dekat beberapa ATM.

Seusai Pasar Wedi selesai dibangun dampaknya bisa meningkatkan sosial ekonomi bagi warga masyarakat di Wedi terkhusus juga bagi para pelaku ekonomi juga bagi para pedagang yang menjajakan jualannya di sekitar pasar Wedi.
Seolah-olah di Pasar Wedi sepanjang waktu ada aktifitas untuk menjemput rezeki. Sekitar kurang lebih pukul 03.00 pagi mulai berdatangan pedagang sayuran, jajanan, dan buah-buahan dari luar Wedi. Bahkan ada juga para pedagang sayur-sayuran dan buah-buahan yang datang dari Salatiga, Magelang, dan Boyolali.
Berbagai dagangan yang dijajakan di Pasar Wedi berupa makanan antara lain tiwul, dawet, gatot, sego gudang, sayur, buah, daging, pakaian dan lain-lain. Menariknya lagi sekarang di Pasar Wedi bangunan sudah di buat los-los dan kios-kios yang tertata rapi. Hal tersebut yang menjadi daya tarik tersendiri bagi orang yang ingin berbelanja ke Pasar Wedi.
Di malam hari, di sekitaran pasar Wedi ini juga banyak orang berjualan makanan. menjelang sore hari sudah banyak pedagang yang menjajakan sayur untuk lauk makan.
Di lesehan yang berjajar di pinggir Pasar Wedi juga banyak yang jualan bakmi, sop, ayam goreng, nasi goreng, ayam bakar, nasi kucing. Minuman yang dijual juga beragam diantaranya susu murni dari Boyolali, jahe, dan minuman lainnya. Pedagang angkringan ada yang berjualan sampai larut malam.
Pasar Wedi Klaten
Di tempat para penjual angkringan dan lesehan sering dimanfaatkan untuk nongkrong bagi orang sedang keluar malam. Pada malam ahad banyak kawula muda yang sering bersantai-santai di di pinggir toko maupun pinggiran pasar.
Menurut beberapa orang sekitar Wedi, banyak orang yang sedang bersantai di Wedi bukanlah orang Wedi. Mereka ada yang dari Gantiwarno, Bayat, bahkan dari Kota Klaten ada yang menikmati jajan di Wedi.
Tempat berjualan para pedagang menjajakan makanan tidak hanya terkonsentrasi di pinggiran Pasar Wedi saja. Tetapi juga di pinggiran jalan ke selatan di pinggiran toko yang ada di Gadungan, Pencar, ke barat sampai depan kantor Pegadaian Wedi.
Dan ke utara sampai di Karang, Desa Pandes. Pasar Wedi menjadi ramai juga dikarenakan pasar wedi juga menjadi jalur pintas jurusan Wonogiri – Yogya.
Karena banyak angkutan travel, kendaraan truk, maupun bus yang melintas lewat pasar Wedi jadi pasar Wedi menjadi tempat singgah / istirahat sebentar sambil menikmati kuliner yang ada di pinggir jalan Kota Wedi. Menurut penuturan para pedagang yang berjualan makanan di pasar Wedi, jika cuacanya cerah maka jualannya bisa habis.
Namun jika sejak sore sudah turun hujan sampai tengah malam maka jualannya tidak habis. Karena jika hujan maka banyak orang yang sungkan untuk keluar rumah.
Peresmian pasar wedi Klaten dilaksanakan dengan iuran para pedagang. Sejumlah pemilik kios mengaku dimintai iuran untuk peresmian dengan besar yang bervariasi.
Untuk pedagang kios diminta iuran sebesar Rp 500 ribu sedangkan bagi pedagang los diminta iuran sebesar Rp 50 ribu. Berdasarkan informasi iuran tersebut telah dibayarkan sejak April tahun 2014 lalu.
Pasar Wedi Klaten
Jumlah uang yang sudah terkumpul pun sepertinya cukup besar sebab pasar dengan luas kurang lebih 12,5 hektar itu memiliki 248 kios dan los yang dibangun bisa menampung sekitar 465 pedagang.
Terkait akan hal itu, Didik Sugiharto selaku Kepala UPTD Pasar Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Klaten, membenarkan adanya iuran untuk pelaksanaan kegiatan peresmian Pasar Wedi Klaten, yang dilakukan pada Hari Selasa 5 Agustus 2018. Seluruh biaya dari pedagang.
Namun tidak semua kios diminta sebesar Rp 500 ribu ada juga kios yang diminta lebih ringan dikarenakan faktor lokasi kiosnya yang kurang strategis. Dan dana untuk biaya peresmian pasar wedi Klaten terkumpul sekitar Rp 129 juta dari hasil iuran tersebut.
Pembangunan Pasar Wedi dilakukan dari bulan Mei sampai bulan Desember 2013 dan menelan dana sebesar sekitar Rp 16 miliar lebih. Dana tersebut bersumber dari APBN, APBD Provinsi Jawa Tengah, dan APBD Kabupaten Klaten.
Sekian review dari kami, share jika artikel bermanfaat, jika ada kritik, pertanyaan, saran atau tambahan silakan hubungi Kami.
Terima kasih telah mengunjungi website kami.
Visit Klaten – Peta pariwisata dan media iklan Klaten – Ayo Ke Klaten !.
Merupakan media informasi pariwisata dan media iklan di area klaten, surakarta, yogyakarta, boyolali, karanganyar dan sekitarnya.