Siswa SMAN 1 Klaten Menjadi Runner Up di Indonesian Fun Science Award

Avatar for visitklaten
13 Maret 2019
runner up klaten

Kebiasaan jorok suka mengorek kotoran yang terdapat di sela kuku kaki, yang mungkin bahkan secara refleks membauinya ternyata menjadi perhatian oleh 2 pelajar dari klaten yaitu dari SMAN 1 Klaten sampai melahirkan sebuah karya ilmiah dan bahkan menjadi juara runner up di acara Indonesian Fun Science Award (IFSA) 2019.

Kompetisi riset gelaran Swiss German University tersebut meneliti hal-hal unik, yang mungkin terkesan remeh dan main-main, namun hal tersebut dikaji secara ilmiah.

Priesta Mayestika Karunia Devi dan Fauziah Listiana Putri yang berasal dari SMAN 1 Klaten memilih riset yang berjudul “Antara Candu dan Rindu Aroma Kotoran pada Tepian Kuku Ibu Jari Kaki”.

Penelitian tersebut bertujuan guna mengetahui apakah kalangan remaja suka menciumi aroma kotoran yang terdapat di tepi kuku ibu jari kaki. Selain itu, juga untuk mengetahui alasan serta cara membersihkan kotoran tersebut.

Untuk hal tersebut, maka 2 siswi asal klaten tersebut menyebar kuesioner kepada sejumlah 125 respoden yang berusia antara rentang 15-18 tahun. Dan hasilnya, intensitas untuk memotong kuku pada setiap orang berbeda-beda karena waktu tumbuhnya kukupun juga berbeda pula. Selain itu juga, hampir setiap orang membersihkan kotoran yang terdapat di kuku ibu jari kaki.

Kebanyakan dari responden yang mencium aroma khas kotoran kaki tersebut karena penasaran, sampai menjadi sebuah kebiasaan bahkan kecanduan.

Riset tersebut juga mengingatkan akan kebersihan kuku yang sangat penting. Ketika membersihkan kotoran kuku kaki tersebut tidak boleh asal asalan karena bisa menyebabkan penyakit cantengan.

Setelah terpilihnya 20 riset dari sebanyak 123 karya, akhirnya kedua siswi Klaten tersebut diharuskan presentasi melalui poster. Mereka diberi masukan oleh juri supaya pertanyaan kuesioner lebih mendetail agar dapat menggali lebih dalam lagi tentang topiknya.

Hasilnya, di Tangerang pada hari sabtu 9 Maret 2019 saat final IFSA 2019, tim SMAN 1 Klaten menjadi juara runner up pertama dan juga meraih medali perak dengan hadiah sebuah jam pintar. Juara didapatkan oleh SMAN 1 Medan dengan risetnya tentang kesetiaan semut pada kawan dan makanan.

Guru pembimbing riset yaitu Titi Nur Aini menilai IFSA 2019 menjadi sebuah wahana menarik bagi siswa SMA. Karena fun science, para siswa tidak merasa terbebani oleh penelitian. Masalah-masalah kecil yang semula dianggap biasa menjadi luar biasa.

Nb: Maaf gambar thumbnail hanya sekedar ilustrasi

Sumber : https://www.gatra.com/rubrik/teknologi/ilmu-pengetahuan/398432-Teliti-Kotoran-Kuku-Kaki-Siswa-Klaten-Jadi-Runner-Up-di-Indonesian-Fun-Science-Award

Postingan Terkait

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Back To Top