Rated 4.9/5 based on 121741 customer reviews

Pariwisata Klaten

Wisata Klaten

MPN-21741
SKU-21741
ID-21741
Rp Tidak Diketahui
2900-02-05
In stock
Wisata Klaten - by ,March 20, 2017
5/ 5stars
Listing Keren
Listing Wisata - by ,March 25, 2017
5/ 5stars
Listing Bagus

Kemegahan Masjid Agung Al Aqsha Klaten

Al Aqsa Great Mosque Klaten, Jalan Jogja - Solo, Peraksangkal, Jonggrangan, Klaten, Central Java, Indonesia

Detail

  • TiketFree
  • Telepon0852-0579-4975

Deskripsi Listing

Masjid Agung Al-Aqsha berlokasi di Jl. Jogja – Solo, Peraksangkal, Jonggrangan, Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57435. Tidak jauh dari GOR gelarsena klaten dan dekat POM bensin Jonggrangan.

Masjid Agung Al-Aqsha merupakan masjid agung di kabupaten Klaten yang dibangun di atas lahan seluas 5.266 meter persegi sejak tahun 2012 pada masa atau era pemerintahan Bupati H. Sunarna, S.E, M.Hum tetapi baru dirampungkan dan digunakan secara regular di era pemerintahan bupati Sri Hartini.

Lahan tempat masjid Agung Al-Aqsha Klaten ini berdiri dulunya adalah terminal Bus utama di Klaten sedangkan lahan parkir dan tamannya dulunya merupakan salah satu gedung SMA Negeri 3 Klaten. Terminal Bus Utama Klaten kemudian dipindahkan ke dekat stasiun klaten.

Kemegahan Masjid Agung Al Aqsha Klaten

Masjid Agung Al-Aqsha ini sekarang menjadi masjid terbesar dan termegah di kawasan Soloraya dan menjadi kebanggaan atau ikon warga Klaten.

Masjid Agung Al-Aqsha mempunyai tiga lantai yang dilengkapi dengan taman dan tempat parkir yang cukup luas, dan juga dilengkapi dengan menara setinggi sekitar 66.66 meter yang jika nanti sudah selesai juga akan dilengkapi dengan menara pandang diketinggian sekitar 35 meter.

 

Pembangunan Masjid Agung Al-Aqsha Klaten secara keseluruhan dibangun selama kurang lebih empat tahun anggaran yaitu mulai tahun 2012 sampai tahun 2015 dengan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Klaten sekitar Rp 60 miliar.

Pembangunan tahap I pada tahun 2012 membutuhkan dana Rp 9,5 miliar, tahap II pada tahun 2013 membutuhkan dana Rp 27,9 miliar, tahap III pada tahun 2014 membutuhkan dana Rp 11,3 miliar dan tahap IV pada tahun 2015 membutuhkan dana Rp 11,3 miliar.

Pada tanggal 24 Nopember 2015, Bupati H. Sunarna, S.E, M.Hum secara formal meresmikan masjid agung Al-Aqsha. Walaupun saat peresmian proses pembangunan masih berjalan karena proses pembangunannya yang memang belum selesai 100%, termasuk juga pembangunan menaranya yang masih dalam proses pembangunan.

Acara peresmian Masjid Agung Al Aqsha Klaten diselenggarakan dalam acara tausiyah tasyakuran dengan pembicara Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj, M.A. dan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. KH. Din Syamsudin, M.A.

Kontroversi Pembangunan Masjid Agung Al-Aqsha

Pembangunan Masjid Agung Al-Aqsha Klaten ini sudah terdapat kontroversi sejak pertama kali digulirkan pada tahun 2012 oleh pemerintah Kabupaten Klaten. Beberapa pihak bahkan mengecam akan pembangunan masjid tersebut dikarenakan dianggap melanggar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Klaten pada periode 2010-2015.

Sebagiannya lagi bahkan menentang proyek tersebut disebabkan dipandang lebih banyak menimbulkan polemik baru ketimbang menawarkan solusi atas pelbagai problematika yang ada di Kabupaten Klaten. Aliansi Rakyat Anti Korupsi Klaten (ARAKK) merupakan salah satu pihak yang sejak awal menentang proyek ini.

Pemilihan lokasinya juga terbilang kurang pas jika ditinjau dari segi fungsi, sebab dibangun cukup jauh dari pusat keramaian atau pusat kota sehingga terkesan lebih sebagai wahana bagi para “musafir” yang melintas.

Untuk keperluan pembangunan lahan parkir dan juga taman Masjid Agung Al-Aqsha, proyek pembangunan masjid ini juga menggusur salah satu gedung dari sekolah SMA Negeri 3 Klaten yang sudah berdiri sejak tahun 1991.

Kemegahan Masjid Agung Al Aqsha Klaten

Kontroversi-pun semakin menyeruak, ketika beberapa anggota dari Komisi III DPRD Klaten melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pembangunan dan menemukan beberapa perubahan rancangan menara setinggi 66,66 meter yang semula disebutkan di puncaknya akan dilengkapi dengan menara pandang, namun realisasi atau fakta di lapangan ternyata menara pandang yang dimaksud justru diletakkan diketinggian 35 meter saja.

Menurut anggota DPRD perubahan desain menara tersebut tidak dikomunikasikan terlebih dahulu dengan para anggota Dewan Permusyawaratan Rakyat Daerah (DPRD) Klaten.

Kunjungan Anggota DPRD ke lokasi tersebut juga menemukan kondisi yang cukup memprihatinkan di beberapa bagian bangunan Masjid Agung. Beberapa bagian bangunan masjid ini sudah mulai mengalami kerusakan padahal proses pembangunannya saja belum selesai.

Masalahpun juga muncul dalam pengadaan karpet impor asal Turki yang sempat dijanjikan tetapi ternyata belum dimasukkan ke dalam daftar pengeluaran di Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Klaten tahun 2016.

Kemegahan desain khas Timur Tengah akan langsung terlihat ketika hendak memasuki Masjid Agung Al-Aqsha Klaten ini. Anda akan disambut dengan pintu utama dengan ukiran ayat-ayat Al Quran yang terbuat dari besi berwarana kuning keemasan. Begitu masuk, anda akan sampai di ruangan serambi luas yang dapat difungsikan untuk kegiatan syiar seperti kajian kitab.

Ruangan utama pada Masjid Agung Klaten ini terletak di lantai dua, untuk menuju ruangan utama tepat di depan pintu utama terdapat tangga yang dipisahkan untuk jamaah putra dan putri. selain itu, di Masjid Agung Al-Aqsha Klaten ini juga disediakan lift yang bisa mengangkut jamaah untuk menuju ke lantai 2 dan 3.

Mihrab setinggi 10 meter dengan kaligrafi arab keemasan

Lantai dua dari masjid ini merupakan ruangan utama, dan juga disini desain khas dari Timur Tengah akan semakin terasa. Pada bagian ini, tempat yang menjadi tempat pengimaman masjid atau biasa disebut mihrab akan menyambut anda akan kemegahan dekorasinya.

Mihrab ini memiliki tinggi kurang lebih sekitar 10 meter berwarna emas dan dihiasi dengan ukiran surat Al Fatihah dan Al Isra’. Pada bagian tengahnya bertuliskan Al Aqsha berhuruf arab yang merupakan nama dari masjid ini.

Selain bagian mihrabnya, kubah bagian dalam yang mempunyai diameter yang cukup besar tersebut juga tak luput dari kekaguman jamaah. Kubah tersebut dihiasi dengan ornamen gaya khas Timur Tengah dan bagian tengahnya akan terdapat tulisan arab Allah SWT.

Sedangkan lantai 3 yang desainnya mirip digunakan untuk menampung jamaah jika pada lantai 2 sudah penuh.

 

Masjid Agung Al Aqsha Klaten juga dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas yang lengkap diantaranya seperti ruang transit, perpustakaan, kamar mandi bersih, dan juga ruangan yang dapat digunakan untuk kepentingan jamaah.

Apabila anda ingin nilai lebih dari keindahan masjid ini, sebaiknya anda datang di waktu sore hari atau waktu sholat ashar ketika matahari tidak terlalu panas. Anda tidak hanya bisa menikmati tidak hanya keindahan dekorasi bagian dalamnya saja, tapi juga bagian luar.

Shalat jumat dan Idul Fitri Perdana

Shalat jumat perdana di Masjid Agung Al Aqsha Klaten dilaksanakan di masa pemerintahan Bupati Sri Hartini, pada hari Jumat, 3 Juni 2016. Di-imami oleh Mustari, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Klaten sekaligus juga Ketua Takmir Masjid Agung Al Aqsha.

Bertindak sebagai khatib yaitu Hartoyo yang juga merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Klaten.

Sebelum dimulai shalat Jumat perdana, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menggelar kegiatan bersih-bersih di lingkungan masjid. Kegiatan tersebut diikuti juga oleh masing-masing perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan 26 kecamatan.

Penyelenggaraan sholat Jum’at perdana tersebut juga sebagai tanda bahwa Masjid Agung Al-Aqsha Klaten mulai dibuka untuk peribadatan.

Dan Sholat Hari Raya Idul Fitri pada tahun 2016 merupakan sholat Idul Fitri perdana yang diselenggarakan di Masjid Agung Al-Aqsha Klaten ini, sekaligus juga menandai dimulainya fungsi masjid ini sebagai masjid agung.

Sholat idul Fitri tersebut dihadiri oleh Bupati, wakil Bupati dan semua jajaran Muspida. Meskipun dipusatkan di masjid agung, pelaksanaan shalat idul Fitri di alun-alun tetap diadakan.

Hanya saja, pelaksanaan shalat idul Fitri di alun-alun tidak dihadiri Muspida dan jajaran-nya. Pelaksanaan diserahkan ke takmir masjid raya klaten yang berada di utara alun-alun. Di masjid agung, pelaksanaan shalat melibatkan antara lain takmir, PHBI, Pemkab dan FKTRM Bareng Lor.

 

Gallery

Masjid Al Aqsho Masjid Al Aqsho Masjid Al Aqsho Masjid Al Aqsho Masjid Al Aqsho Masjid Al Aqsho Masjid Al Aqsho

 

Sekian review dari kami, share jika artikel bermanfaat, jika ada kritik,  pertanyaan,  saran atau tambahan silakan hubungi Kami.

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Visit Klaten – Peta pariwisata dan media iklan Klaten – Ayo Ke Klaten !.

Merupakan media informasi pariwisata dan media iklan di area klaten, surakarta, yogyakarta, boyolali, karanganyar dan sekitarnya.

 

 


Post your Comments

NAME *
EMAIL *
Website