Fase New Normal

Fase New Normal

New normal kehidupan yang akan dijalankan adalah kehidupan seperti biasa namun ditambah dengan protokoler kesehatan. New normal dilaksanakan karena belum ditemukannya obat dan vaksin corona.

Contoh perilaku new normal yaitu beradaptasi dengan aktivitas, dan bekerja, dengan mengurangi kontak fisik dengan orang lain da menghindari kerumuman serta bekerja, bersekolah dari rumah, dll.

Berikut ini adalah kajian awal pemulihan ekonomi yang akan dilaksanakan di Indonesia secara bertahap, yang juga merupakan kajian awal dari Kemenko Perkonomian:

Fase New Normal

Fase 1 (1 Juni 2020)

  • Industri dan Jasa Bisnis ke bisnis (B2B) bisa beroperasi dengan syarat social distancing, persyaratan kesehatan, dan jaga jarak (termasuk pakai masker)
  • Toko, pasar, dan mall belum boleh beroperasi kecuali untuk toko penjual masker serta fasilitas kesehatan
  • Sektor kesehatan full beroperasi dengan syarat¬† memperhatikan kapasitas sistem kesehatan
  • Kegiatan lain sehari-hari outdoor dilarang berkumpul ramai (maksimal 2 orang di dalam satu ruangan) dan belum diperbolehkan olahraga outdoor

Fase 2 (8 Juni 2020)

  • Toko pasar, dan mall diperbolehkan pembukaan toko-toko tanpa diskriminasi sektor (protokol ketat). Meliputi pengaturan pekerjaan, melayani konsumen, dan tidak diperbolehkan toko dalam keadaan ramai.
  • Usaha dengan kontak fisik (salon, spa, dan lain-lain) belum boleh beroperasi
  • Kegiatan berkumpul ramai dan olahraga outdoor masih belum diperbolehkan.

Fase 3 (15 Juni 2020)

  • Toko pasar, dan mall tetap seperti pada fase 2. Namun ada evaluasi untuk pembukaan salon, spa, dan lain-lain dengan protokol kebersihan ketat.
  • Kegiatan kebudayaan diperbolehkan dengan menjaga jarak. Contoh kegiatan kebudayaan tersebut, antara lain pembukaan museum, pertunjukan naun dengan tidak adanya kontak fisik (tiket jual online), dan menjaga jarak.
  • Kegiatan pendidikan di sekolah sudah boleh dilakukan, namun dengan sistem shift sesuai jumlah kelas
  • Olahraga outdoor diperbolehkan dengan protokol.
  • Sudah mulai mengevaluasi pembukaan tempat untuk pernikahan, ulang tahun, kegiatan sosial dengan kapasitas lebih dari 2 – 10 orang

Fase 4 (6 Juli 2020)

  • Pembukaan kegiatan ekonomi seperti di fase 3 dengan tambahan evaluasi.
  • Pembukaan secara bertahap restoran, kafe, bar, tempat gym, dan lain-lain dengan protokol kebersihan yang ketat
  • Kegiatan outdoor lebih dari 10 orang
  • Travelling ke luar kota dengan pembatasan jumlah penerbangan
  • Kegiatan ibadah (Masjid, Gereja, Pura, Vihara, dan lain-lain) sudah boleh dilakukan dengan jumlah yang dibatasi
  • Kegiatan berksala lebih dari yang disebutkan masih terus dibatasi

Fase 5 (20 dan 27 Juli 2020)

  • Evaluasi untuk Fase 4 dan pembukaan tempat-tempat atau kegiatan ekonomi lain dalam skala besar
  • Akhir Juli/Awal Agustus diharapkan sudah membuka seluruh kegiatan ekonomi, namun tetap mempertahankan protokol dan standar kebersihan dan kesehatan yang ketat
  • Selanjutnya akan dilakukan evaluasi secara berkala, sampai vaksin dapat ditemukan dan disebarluaskan.

sumber : www.cnbcindonesia.com , www.freepik.com

 

Anda Mungkin Menyukai Ini

Post your Comments

NAME *
EMAIL *
Website