Sejarah Taman Pancasila Karanganyar

taman pancasila karanganyar

Masyarakat di Kabupaten Karanganyar tentu tidak asing dengan nama Taman Pancasila yang terletak di jantung kota karanganyar. Taman Pancasila selain dimanfaatkan sebagai taman kota tetapi juga dimanfaatkan ketika di malam hari sebagai tempat mengais rejeki oleh para Pedagang Kaki Lima.

Karena lokasi Taman Pancasila yang strategis dan berada tengah kota sehingga menjadikan Taman Pancasila sebagai daya tarik tersendiri bagi warga yang ingin berekreasi. Taman Pancasila memiliki luas +/- 6000m², setiap tahun Taman Pancasila selalu dilakukan penataan, penambahan dan perbaikan infrastruktur dan fasilitas.

Pembangunan Monumen 45 di Taman Pancasila yang berupa patung Burung Garuda dan Sang Proklamator Bung Karno-Hatta semakin menambah Taman Pancasila menjadi kelihatan lebih gagah dan eksotis serta semakin menguatkan nama dan eksistensinya sebagai Taman Pancasila.

Di bagian sebelah utara taman berhadapan tepat dengan bangunan Rumah Dinas Bupati Karanganyar yang hanya dipisahkan oleh Jalan Lawu yang juga merupakan ikon jalan di karanganyar. Disebelah barat dan timur taman terdapat beberapa bangunan pertokoan serta warung makan, sedangkan di bagian selatan taman dibatasi oleh Jalan Kapten Mulyadi.

Dan Pada malam hari suasana Taman Pancasila akan berubah menjadi ramai seperti pasar dikarenakan para Pedagang Kaki Lima (PKL) akan menggunakan Taman Pancasila untuk mengais rezeki.

Mulai dari menjajakan dagangan kuliner hingga mainan anak-anak. Aktifitas para para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Taman Pancasila biasanya dimulai pukul 14.00 WIB s/d 21.30 WIB.

 

Taman Pancasila Dari Masa Ke Masa

Taman Pancasila dahulu adalah pasar tradisional yang terdapat di Kecamatan Karanganyar. Sebagaimana Pasar tradisional, maka barang dagangan yang diperjualbelikan terdiri dari pakaian, makanan hingga sembako.

Pasar tradisional tersebut kondisinya pada saat itu cukup memprihatinkan, sama halnya seperti pasar tradisional lainnya seperti lantainya terbuat dari tanah uruk berwarna hitam yang dipadatkan dan saat hujan deras maka akan banjir.

Luas Pasar tradisional sekitar seluas lapangan bola serta pada saat itu adalah satu-satunya pasar yang ada di Kecamatan Karanganyar.

Mantan Bupati Karanganyar yaitu Waluyo Cokro Darmanto pada sekitar tahun 1977 mengambil kebijakan dengan menata wajah Karanganyar. kebijakan yang diambil adalah dengan memindahkan lokasi Pasar Karanganyar ke lokasi yang dekat dengan Perumahan Pelita yang berlokasi di Bejen yang saat ini menjadi Pasar Bejen/Tegalgede.

Sedangkan bekas Pasar Karanganyar kemudian ditata menjadi ruang publik yang disulap menjadi sebuah taman kota. Taman ditanami oleh pepohonan dan ditambah juga dengan patung hewan, seperti gajah, jerapah, dll. Dan ditambah dengan patung perjuangan disisi selatan.

Para pedagang yang dipindahkan ke lokasi yang baru mengaku dagangannya tidak terlalu laku, kemudian mereka mencari tempat lain yang lebih rame seperti di wilayah Jungke, Karanganyar.

Para pedagang menggelar lapak mereka di antara permukiman di kawasan Jungke, sehingga membuat lokasi disekitar Jungke menjadi kumuh. Oleh karena pertimbangan tersebut maka Pemerintah Kabupaten Karanganyar membuat pasar baru dengan membeli tanah sehingga menjadi aset pemerintah dan dijadikan pasar yang sekarang dikenal sebagai Pasar Jungke.

Rentang periode Bupati Karanganyar, Drs. Juliyatmono, M.M di tahun 2014 - 2017 mempercantik Taman Pancasila dengan cara memasang paving dan menambahkan Patung Proklamator RI .

Diharapkan warga Karanganyar bisa menggunakan Taman Pancasila untuk aktivitas, seperti olahraga, berfoto, tempat kongkow, dan lain-lain. Tetapi ternyata seperti pepatah orang jawa "Wong jawa kuwi ibarat danyang ora gelem ngalih".

Walaupun saat ini sudah ditata menjadi ruang publik ternyata Taman Pancasila tetap memiliki daya tarik menjadi tempat jual beli. Perbedaannya sekarang menjadi pasar malam yang dulunya merupakan pasar di siang hari.

Peta Lokasi

Video

Sekian artikel kami tentang Sejarah Taman Pancasila Karanganyar.

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Visit Klaten – Peta Pariwisata dan Media Iklan Klaten – Ayo Ke Klaten !.

Merupakan Media Informasi Pariwisata dan Media Iklan di area Klaten, Surakarta, Yogyakarta, Boyolali, Karanganyar dan sekitarnya.

Share jika bermanfaat, jika ada kritik, tambahan dan saran silakan hubungi kami atau silakan isi di kolom komentar.

#visitklaten #visitklatencom #klaten

 

Summary
Review Date
Reviewed Item
Artikel
Author Rating
51star1star1star1star1star

Baca Juga

Post your Comments

NAME *
EMAIL *
Website