Silsilah Dan Anggota Pandawa Lima

Avatar for visitklaten
7 Desember 2020
Silsilah Dan Anggota Pandawa Lima

Visit Klaten – Silsilah Dan Anggota Pandawa Lima. Pandawa adalah suatu istilah dalam bahasa Sanskerta, yang secara harfiah berarti “anak Pandu”.

Silsilah Dan Anggota Pandawa Lima

Pandu (Pandu Dewanata) merupakan salah satu nama tokoh dalam wiracarita Mahabharata yaitu ayah dari para Pandawa dan merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya adalah Dretarasta, sedangkan adiknya adalah Widura.

Menurut Mahabharata, Dretarastra adalah pewaris takhta kerajaan Kuru dengan pusat pemerintahan berada di Hastinapura. Karena Dretarastra buta, maka takhta diserahkan kepada adiknya yaitu Pandu, dengan dibantu Widura sebagai menteri.

Widura tidak memupu ilmu kesaktian apapun namun mempunyai ilmu kebijaksanaan yang luar biasa terutama di bidang ketatanegaraan.

Pandu adalah seorang Raja Hastinapura dalam wiracarita Mahabharata. Para Pandawa terdiri atas 5 orang yaitu Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Mereka merupakan tokoh protagonis dalam cerita Mahabharata.

Sedangkan yang antagonis adalah para Korawa, yakni para putra Dretarastra yang merupakan saudara Pandu. Dalam Mahabharata, kelima Pandawa menikah dengan Dropadi yang diperebutkan dalam sebuah sayembara di Kerajaan Panchala, dan masing-masing anggota Pandawa mempunyai seorang putra darinya.

Para Pandawa adalah tokoh utama dalam bagian penting dari wiracarita Mahabharata, yakni pertempuran besar di daratan Kurukshetra yang merupakan pertempuran para Pandawa melawan para Korawa beserta sekutu-sekutu mereka. Kisah tersebut menjadi kisah penting di dalam wiracarita Mahabharata.

Menurut wiracarita Mahabharata, setiap anggota Pandawa adalah penjelmaan atau penitisan dari suatu dewa tertentu.

Setiap anggota Pandawa mempunyai nama lain yang merujuk kepada karakteristik dari masing-masing anggota. Misalnya Bima yang mempunyai nama lain “Werkudara” yang arti harfiahnya adalah “perut serigala”, karena ia diceritakan sebagai orang yang gemar makan.

Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pengunjung visitklaten[dot]com yang sudah meluangkan waktunya untuk mengunjungi website kami. Kami menerima segala masukkan dan kritikan agar web dan diri kami menjadi lebih baik lagi.

 

Silsilah dan Penitisan Pandawa 

Silsilah Pandawa

Para Pandawa terdiri atas 5 (lima) orang pangeran, 3 (tiga) di antaranya yakni Yudistira, Bima, dan Arjuna adalah putra kandung Kunti. Sedangkan yang lainnya yaitu Nakula dan Sadewa adalah putra kandung Madri. Namun ayah mereka sama, yakni Pandu.

Penitisan

Kelima putra dari Pandu, berdasarkan tradisi Hindu adalah penitisan secara tidaklangsung dari masing-masing Dewa sebagai berikut:

  • Yudistira adalah penitisan dari Dewa Yama yakni dewa akhirat.
  • Bima adalah penitisan dari Dewa Bayu yakni dewa angin.
  • Arjuna adalah penitisan dari Dewa Indra yakni dewa perang.
  • Nakula dan Sadewa adalah penitisan dari dewa kembar Aswin yakni dewa pengobatan.

 

Anggota Pandawa Lima

 

Yudistira, penjelmaan dari Dewa Yama

Adalah saudara para Pandawa yang paling tua dan merupakan penjelmaan dari Dewa Yama dan lahir dari Kunti. Mempunyai sifat sangat bijaksana, tidak mempunyai musuh, dan hampir tidak pernah berdusta seumur hidupnya.

Yudistira atau puntadewa mempunyai moral yang tinggi dan suka memaafkan serta sering mengampuni musuh yang telah menyerah. Mempunyai julukan Ajathasatru (yang tidak mempunyai musuh), Dhramasuta (putera Dharma), dan Bhārata (keturunan Maharaja Bharata).

Sesudah perang akbar di Kurukshetra berakhir maka Yudistira menjadi seorang Maharaja dunia dan mengadakan upacara Aswamedha demi menyatukan kerajaan-kerajaan India Kuno supaya berada di bawah pengaruhnya.

Setelah pensiun, dia melakukan perjalanan suci ke gunung Himalaya bersama saudara-saudaranya yang lain sebagai tujuan akhir kehidupan mereka.

 

Bima, penjelmaan dari Dewa Bayu

Nama bhimā dalam bahasa Sanskerta mempunyai arti “mengerikan” dan putra kedua Kunti dengan Pandu. Dia adalah penjelmaan dari Dewa Bayu sehingga mempunyai nama julukan Bayusutha.

Bima sangat kuat, tubuhnya tinggi, lengannya panjang, dan berwajah paling sangar di antara saudara-saudaranya.

Meskipun demikian, ia mempunyai hati yang baik. Pandai memainkan senjata gada yang bernama Rujakpala dan pandai memasak.

Bima gemar makan sehingga dijuluki Werkudara. Kemahirannya dalam berperang sangat dibutuhkan oleh para Pandawa supaya mereka mampu memperoleh kemenangan dalam pertempuran akbar di Kurukshetra.

Dia mempunyai seorang putera dari ras rakshasa bernama Gatotkaca yang turut serta membantu ayahnya dalam berperang, namun gugur.

Pada akhirnya Bima memenangkan peperangan kemudian menyerahkan tahta kepada kakaknya yakni Yudistira. Dalam pewayangan Jawa, selain Gatotkaca dua putranya yang lain adalah Antareja dan Antasena.

 

Arjuna, penjelmaan dari Dewa Indra

Namanya dalam bahasa Sanskerta berarti “yang bersinar”, “yang bercahaya” dan merupakan putra bungsu dari pasangan Kunti dengan Pandu.

Arjuna atau janaka merupakan penjelmaan dari Dewa Indra yakni Sang Dewa perang. Arjuna mempunyai kemahiran dalam ilmu memanah dan dianggap sebagai ksatria terbaik oleh Drona.

Kemahirannnya dalam ilmu peperangan menjadikannya sebagai tumpuan para Pandawa supaya mampu memperoleh kemenangan ketika pertempuran akbar di Kurukshetra. Arjuna mempunyai banyak nama panggilan, seperti misalnya

  • Dhananjaya (perebut kekayaan, karena berhasil mengumpulkan upeti ketika upacara Rajasuya yang diselenggarakan Yudistira)
  • Kirti (yang bermahkota indah, karena diberi mahkota indah oleh Dewa Indra ketika berada di surga);
  • Partha (putera Kunti, karena merupakan putra Perta alias Kunti).

Dalam pertempuran di Kurukshetra, Arjuna berhasil mendapatkan kemenangan dan Yudistira diangkat menjadi raja.

 

Nakula, penjelmaan Dewa kembar

Nakula adalah salah satu putera kembar dari pasangan Madri dan Pandu. Nakula adalah penjelmaan Dewa kembar yang bernama Aswin yakni Sang Dewa pengobatan.

Sadewa yang juga penjelmaan dari Dewa Aswin adalah Saudara kembarnya namun lebih kecil dari Nakula.

Sesudah kedua orangtuanya meninggal, dia bersama adiknya diasuh oleh Kunti yakni istri Pandu yang lain. Nakula pandai memainkan senjata pedang. Dropadi berkata bahwa Nakula adalah pria paling tampan di dunia dan seorang ksatria berpedang yang tangguh.

Dia giat bekerja dan senang melayani kakak-kakaknya. Dalam masa pengasingan di hutan, Nakula dan 3 Pandawa yang lainnya sempat meninggal karena minum racun, namun ia hidup kembali atas permohonan Yudistira.

Nakula berperan sebagai pengasuh kuda ketika dalam penyamaran di Kerajaan Matsya yang dipimpin oleh Raja Wirata.

 

Sadewa, penjelmaan Dewa kembar

Sadewa adalah salah satu putera kembar dari pasangan Madri dan Pandu. Sadewa adalah penjelmaan Dewa kembar bernama Aswin yakni Sang Dewa pengobatan. Nakula yang juga penjelmaan dari Dewa Aswin adalah Saudara kembarnya namun lebih besar dari Sadewa.

Sesudah kedua orangtuanya meninggal, ia bersama kakaknya diasuh oleh Kunti yakni istri Pandu yang lain. Sadewa merupakan orang yang sangat rajin dan bijaksana. Sadewa adalah seseorang yang ahli dalam ilmu astronomi.

Yudistira pernah berkata bahwa Sadewa adalah pria yang bijaksana, setara dengan Brihaspati yaitu guru para Dewa. Sadewa giat bekerja dan senang melayani kakak-kakaknya.

Sadewa berperan sebagai pengembala sapi ketika dalam penyamaran di Kerajaan Matsya yang dipimpin oleh Raja Wirata.

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Share jika bermanfaat, jika ada kritik, pertanyaan, tambahan atau saran silakan hubungi kami atau silakan isi di kolom komentar.

NB: Jika dalam artikel ini ada yang kurang jelas atau belum paham maka silakan menanyakan ke guru bahasa jawa atau yang lebih mengetahui karena disini kami hanya sekedar berbagi saja.

Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Pandawa

Postingan Terkait

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Back To Top