Keluarga Sehat Kunci Indonesia Sehat: KKN Tim II UNDIP Gencarkan Edukasi dalam Rangka Penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tatanan Rumah Tangga
Klaten – Keluarga merupakan lembaga terkecil dari masyarakat, maka pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari pemberdayaan keluarga. Keluarga mempunyai peran besar dalam meningkatkan kualitas kesehatan karena dalam keluarga terjadi komunikasi dan interaksi yang menjadi awal penting dari suatu proses pendidikan perilaku.
Langkah awal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan dalam keluarga atau rumah tangga, yaitu dengan menerapkan 10 poin Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan. Sedangkan PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau, dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Adanya edukasi terkait PHBS dimaksudkan untuk mengubah perilaku masyarakat agar mendukung peningkatan derajat kesehatan.
Program kerja ini dilatarbelakangi oleh sebuah permasalahan yang ada, yaitu masih banyak masyarakat Dukuh Karangpandan yang mengabaikan PHBS di Rumah Tangga sehingga menjadi suatu kebiasaan yang buruk bagi kesehatan. “Saya yakin bahwa PHBS ini sudah diterapkan di rumah tangga, hanya saja tidak 10 poin diterapkan semua.
Terkadang masih ada poin yang diabaikan hingga akhirnya menjadi suatu kebiasaan buruk bagi kesehatan keluarga (contohnya tidak membiasakan mencuci tangan sebelum makan, mengabaikan pentingnya penggunaan air bersih untuk dikonsumsi, dan masih ada anggota keluarga yang merokok di dalam rumah).
Maka dari itu, disini saya melakukan edukasi untuk memperkuat kembali 10 poin PHBS yang harapannya bisa mengubah perilaku dan pandangan masyarakat mengenai kesehatan yang lebih baik.” ujar Oktavia Candra Dewi mahasiswa Tim II KKN UNDIP Prodi Ilmu Keperawatan.
Keluarga Sehat Kunci Indonesia Sehat
Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan melakukan perizinan pada Ketua RT 02 Dukuh Karangpandan, Desa Kenaiban dengan sasaran ibu-ibu PKK. “Saya melakukan edukasi dengan sasaran PKK karena ibu-ibu disini memiliki banyak waktu di rumah yang dapat digunakan untuk mendidik dan memantau anak maupun anggota keluarga lainnya.
Selain itu, ibu-ibu PKK disini ada yang tergabung menjadi kader STBM, kader posyandu, maupun istri dari perangkat desa yang nantinya edukasi ini dapat disebarluaskan kembali ke warga lain.” kata Oktavia.
Pada hari Minggu (16/07/2023), edukasi terkait PHBS di Rumah Tangga sudah dilakukan dengan metode sosialisasi dan media edukasi berupa leaflet yang diberikan pada ibu-ibu PKK. Selain itu, leaflet juga kami berikan pada PKK RT 01 Dukuh Karangpandan, keluarga dengan anak stunting, dan ibu hamil Kekurangan Energi Kronis di Desa Kenaiban yang harapannya seluruh warga Desa Kenaiban dapat bersama-sama menerapkan PHBS di Rumah Tangga.
Program kerja ini juga mendapat tanggapan baik dari warga Dusun Karangpandan dan Bidan Desa Kenaiban karena dinilai dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan di rumah tangga.
Harapan kedepannya dengan adanya edukasi dan leaflet yang telah dibuat dapat dibaca serta dipahami dengan baik oleh masyarakat Dukuh Karangpandan, Desa Kenaiban, Kecamatan Juwiring sehingga dapat meningkatkan kesadaran untuk menqjaga kesehatan keluarga dengan menerapkan PHBS di Tatanan Rumah Tangga.
Terima kasih telah mengunjungi website kami. Share jika bermanfaat, jika ada kritik, tambahan atau saran silakan hubungi kami atau silakan isi di kolom komentar.
Penulis:
Oktavia Candra Dewi (Mahasiswa Tim II KKN UNDIP Tahun 2022/2023)
Dosen Pembimbing Lapangan:
Prof. Dr. Dra. Meiny Suzery., M.S
Dr. Yoyok Budi Pramono, Spt., M.P
Gani Nur Pramudya S.IP., M.Hum
Lokasi:
Desa Kenaiban Kec. Juwiring Kab. Klaten