Bagaimana Proses Terjadinya Hujan?

5 August 2020
Bagaimana Proses Terjadinya Hujan

Bagaimana Proses Terjadinya Hujan

Di kesempatan kali ini VisitKlaten[dot]Com akan mencoba berbagi tentang bagaimana proses terjadinya hujan menurut ilmu pengetahuan. Tentu saja bagi orang beriman turunnya hujan itu atas kuasa Allah SWT.

Karena sering kita jumpai ketika langit mendung ternyata tidak turun hujan. Sedangkan saat cuaca panas karena kuasa Allah langit menjadi mendung dan turun hujan.

Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih kepada para pengunjung VisitKlaten[dot]Com yang telah meluangkan waktunya untuk mengunjungi website kami. Kami menerima segala masukkan dan kritikan agar web dan diri kami menjadi lebih baik lagi.

By The Way, web ini sebenarnya tentang wisata dan media tentang klaten. Namun tak ada salahnya apabila kami berbagi hal yang lainnya yang menurut kami akan bermanfaat khususnya bagi diri kami dan juga orang lain.

Apabila rekan-rekan melihat ke langit dan menjumpai awan yang berwarna abu-abu kehitaman disertai suara gemuruh maka hal tersebut merupakan ciri-ciri akan terjadinya hujan. Air hujan secara garis besar merupakan air yang turun dari awan yang tidak dapat lagi menahan uap air yang berasal dari aliran sungai, danau, dan laut.

 

Proses Terjadinya Hujan

Proses terjadinya hujan bermula ketika sinar matahari yang membawa energi panas menyebabkan adanya proses evaporasi.

Sehingga air yang berada di bumi seperti air laut, danau, sungai akan menguap karena panas tersebut lantas menghasilkan uap-uap air. Selanjutnya uap-uap air tersebut akan terangkat ke udara dan mengalami proses kondensasi.

Di dalam proses kondensasi tersebut maka uap-uap air akan berubah menjadi embun karena suhu di sekitar uap air lebih rendah dibandingkan titik embun air. Suhu udara yang semakin tinggi akan membuat titik-titik dari embun semakin banyak dan memadat kemudian membentuk menjadi awan.

Karena adanya perbedaan tekanan udara di langit sehingga menyebabkan pergerakan udara atau yang biasa dikenal dengan angin. Angin tersebut menggerakan awan yang membawa butir-butir air menuju ke tempat dengan suhu yang lebih rendah.

Awan-awan yang terkumpul bergabung menjadi awan besar yang berwarna kelabu dan proses ini dinamakan koalensi.

Ada 2 kondisi di mana butir-butir air di langit bisa jatuh dan membentuk hujan. Pertama karena awan sudah tidak sanggup untuk menampung air lagi. Kedua, karena butir-butir air di langit ditarik oleh adanya gaya gravitasi.

Ketika hujan mulai turun maka tidak semua butir-butir air akan jatuh ke permukaan bumi. Akan tetapi aada sebagian air yang kembali menguap ke atas menuju awan karena menembus lapisan atmosfer yang lebih hangat di bawahnya. Selama kondisi awan jenuh maka hujan akan terus turun.

 

Air Hujan Untuk Minum

Apakah air hujan layak untuk dijadikan air minum?

Air hujan tidak layak untuk dijadikan air minum, kecuali apabila sudah memanen dan mengolahnya agar dapat dikonsumsi dengan aman. Dari luar, air hujan mungkin kelihatan tidak kotor, namun banyak sekali kuman tidak kasat mata yang berada di dalamnya.

Air hujan bisa terkontaminasi oleh daun-daun, kotoran hewan, dan serpihan-serpihan dari serangga. Selain itu, air hujan dapat mengandung berbagai jenis mikroba, seperti E. coli, Campylobacter, Giardia, Salmonella, dan Shigella.

Selain itu air hujan dapat terkontaminasi oleh logam berat terutama di daerah kawasan industri

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami.

Share jika bermanfaat, jika ada kritik, pertanyaan, tambahan atau saran silakan hubungi kami atau silakan isi di kolom komentar.

Postingan Terkait

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top